Sabtu, 23 Juli 2011

Fermentasi Dedak Untuk Pakan Ikan

Fermentasi untuk dedak ini saya buat menjadi 2 jenis fermentasi
Fermentasi Asam Laktat
Cara pembuatannya adalah sebagai berikut :
  • Layukan kubis atau kol, kangkung, genjer, sawi dan sayuran lain semalaman
  • Biar lebih murah, bahan-bahan tersebut bisa didapat dengan cara mengumpulkan limbah pasar pagi yang bisa diambil ketika pasar sudah mulai sepi.
  • Sayuran tersbut bisa diiris-iris kecil- kecil, ditepungkan atau di blander untuk mengambil saripati dari sayur tersebut.
  • Semakin kecil butir sayur, semakin bagus proses fermentasi berjalan.
  • Sayuran yang telah diiris-iris kecil dicampur dengan air tajin yang sudah diberi garam +- 5% dari pelarutnya.
  • kadar air yang digunakan +- 90% dari berat sayuran.
  • air tajin digunakan sebagi medium tumbuh bakteri asam laktat
  • simpan dalam tempat tertutup dan gelap selama +-3 hari dalam suhu kamar
  • Usahakan tempat yang digunakan steril dari kuman dan bakteri patogen
  • Campur dengan dedak, perbandingan 1 :10. yakni 10% bahan fermentasi dari berat dedak
  • simpan ditempat tertutup dan jangan sampai terkena udara +- 1 minggu
  • Keringkan dedak, dan siap di campur dengan bahan-bahan lain sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan.
Fermentasi Alkohol
Pada dasarnya prinsipnya sama dengan ferrmentasi asam laktat, namun bahan yang digunakan adalah ragi khamir. Penggunaan ragi +- 1% dari berat kering dedak. Caranya adalah ragi dihancurkan dan dicampur kedalam air yang memiliki berat sampai dengan 60% dari berat kering dedak. kemudian aduk secara homogen dan ditutup rapat pada kondisi suhu kamar. Simpan selama 3 hari. Setelah disimpan, jemur dedak, dan kemudian campur bahan dedak dengan bahan lain untuk meramu pakan ikan. Hasil fermentasi alkohol ini biasanya lebih baik dari pada fermentasi asam laktat, namun biaya yang dikeluarkan cendrung mahal.

7 komentar:

  1. bos...., eh bas.... mo nanya nih
    untuk tajin yang digunakan itu berupa tajin yang sudah dididihkan bersama nasi atau masih berupa air leri (air perasan beras)?

    BalasHapus
  2. gan ragi kamir, itu yang biasa untuk ngembangin roti ya..mohon petunjuk

    BalasHapus
  3. gan, itu hasil fermentasinya berapa persen kandungan proteinnya??

    BalasHapus
  4. Dedak hasil fermentasi ragi bisa bertahan berapa lama jika disimpan ?
    Trim's

    BalasHapus
  5. berbulan-bulan, karena pada dasranya sistem fermentasi merupakan salah satu sistem pengawetan secara biologis

    kandungan proteinnya paling besar naik 1-3%. anggep dedak kandungan proteinnya 12%, maka menjadi 13-15%.

    BalasHapus